ujian dan cobaan dalam Islam

Makna Ujian dan Cobaan dalam Dimensi Ma’rifat

Makna ujian dan cobaan dari AllahFirman Allah dalam Q.S. Al Mulk ayat 1-2 yang artinya:

Maha Suci Allah, yang di tangan Nya lah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang Menjadikan mati dan hidup supaya Dia manguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Sebagaimana terungkap dengan jelas pada ayat tersebut bahwa sesungguhnya Dialah Allah, Rabb Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi). Segala pujian hanya teruntuk Allah, Rabb semesta alam. Segala sesuatu yang teralurkan di dalam diri maupun di luar diri kita adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah yang tak terhinggakan dengan atas kehendakNya.

Read more »

Keping Cahaya Ketegasan

Keping Cahaya Ketegasan

Keping cahaya ketegasan mewarnai gemerlap menara kema’rifatan. Menjadikan pesona keagungan terhiaskan oleh cahaya sejati Sang Ilahi Robbi.

Deru pendar keabadian kan berkilauan mewarnai keragaman ruang dan waktu, menembus relung seluruh makhluk di bumi-Nya.

Pijaran sucinya takkan terpadamkan oleh hembusan badai kemunafikan dan kemusyrikan. Segalanya kan terbimbingkan tuk kembali pada sudut kemurnian cahaya Sang Ilahi Robbi.

Keping cahaya kewibawaan mengukirkan garis – garis keharmonisan, tuk sebarkan benih keselarasan dalam setiap ruas kalbu manusia, ciptaan Sang Ilahi Robbi.

Read more »

Universalitas Konsep Sosiologi Kema’rifatan

Sosiologi Kema'rifatan

Dewasa ini, perlu diketahui bahwa ada hal yang mengisyaratkan sebagai tantangan terbesar bagi umat Islam, yakni belum adanya suatu konsep pemahaman universal terhadap dimensi Islam nan murni yang dapat teraplikasikan secara utuh dan menyeluruh dalam pola kehidupan dan penghidupan manusia. Baik secara lahir maupun bathin manusia, sesuai orbit keazalian yang telah Allah tetapkan, dengan atas kehendak Nya. Orbit keazalian insan tersebut berputar pada poros penunggalan akan Allah yang penuh akan cahaya kema’rifatan nan suci dan tersucikan dengan atas kehendak Allah.

Read more »

Konsep Sosiologi dalam Dimensi Kema’rifatan

Sosiologi Ma'rifat

Berdasarkan pemahaman manusia saat ini, sosiologi merupakan bagian dari dimensi ilmu pengetahuan yang mengupas dan mempelajari tentang kondisi sosial secara umum, yakni interaksi antar individu dalam suatu komunitas tertentu, baik ruang lingkup yang sempit maupun luas serta dalam kurun waktu yang telah lalu, yang kini maupun yang akan dating. Pengertian tersebut hanya sebuah definisi secara umum karena dari sekian banyak definisi tentang sosiologi, belum ada sebuah makna pasti yang mempresentasikan antara dimensi teoritis dari sosiologi dengan fakta maupun gejala sosial yang ada.

Read more »

Dari Mata Turun ke Hati, Dari Hati Turun ke Saku?

Dari Hati Turun ke Saku

Judulnya cukup membingungkan ya? Tapi menarik untuk diperbincangkan layaknya rumor yang sedang gencar di layar kaca kita. Maaf bukan rumor, tapi fakta yang disembunyikan. Sebenarnya maksud dari judul itu adalah pengibaratan tingkah polah “Koruptor” negeri ini. Mereka menjadi tokoh karena tertarik saat menyaksikan para petinggi selalu “dihormati”, mereka iri karena petinggi selalu banyak duit dan mereka pun berniat dalam HATI menjadi seperti mereka. Niat yang ternyata semakin menjadi – jadi…menjadi murka, menjadi munafik dan parahnya menjadi “pencuri”. Apalagi kalau tidak disamakan dengan seorang pencuri? Karena dimanapun yang namanya mengambil suatu barang, apalagi uang yang bukan hak pribadi disebut “pencuri”, koruptor itu kan lebih halus…

Read more »

Memahami Satu Ayat dalam Qur’anul Karim

Ayat-ayat Allah dalam Semesta

Arti Surat Az Zukhruf ayat 32 :

Apakah mereka yang membagi – bagi  rahmat Tuhanmu? Kami yang membagi antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia ini. Dan Kami telah meninggikansebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa tingkat agar sebagian mereka dapat mempergunakan ( mengambil manfaat/ pelajaran )dari sebagian yang lain, dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk di bumi – Nya ini, khususnya manusia itu dalam kondisi yang berbeda – beda dan hal itu memang disengaja oleh Allah. Perbedaan – perbedaan itu diadakan oleh Allah sebagai tanda bukti ke Maha Besaran – Nya, ke Maha Indahan -  Nya dan ke Maha Rahman dan Rahim – Nya. Allah turunkan Rahmat – Nya di bumi – Nya ini, salah satunya dalam bentuk keberbedaan dan keragaman ciptaan – Nya. Allah juga berhak untuk meninggikan / merendahkan derajat, pangkat, kedudukan, status social, atau bahkan posisi manusia itu sendiri baik di dunia maupun di akherat kelak.

Read more »

Perintah Bertasbih dalam Alqur’an dan Keterkaitannya dengan Dimensi Sadar Allah Fokus Allah

Kesabaran

Firman Allah dalam Q.S Thaahaa 130 yang artinya:

“Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu malam hari dan siang hari supaya kamu merasa bahagia.”

Telah jelas diungkapkan dalam ayat tersebut bahwasanya Allah memerintahkan kepada kita untuk senantiasa bersabar dengan memanjatkan puji syukur kepadaNya. Perintah kesabaran ini sesungguhnya merupakan bagian dari dimensi kehendak Allah yang tercerminkan dalam cahaya As Shabur Nya (Yang Maha Sabar). Dialah Allah Yang Maha Sabar lagi Maha Mencurahkan Kesabaran. Tiadalah kita mampu bersabar dan memuji Allah kecuali dengan atas kehendakNya. Melalui sorot Ash ShaburNya, Dia curahkan cahaya kesabaran pada hati dan pikir kita sehingga mulut kita pun mampu mengucap kalimat tahmid sebagai wujud rasa sabar akan setiap alur keadaan dan peristiwa yang Dia perjalankan pada diri ini.

Read more »

Bagian – Bagian Ka’bah yang perlu Anda Ketahui

Kabah Bagian Dalam
Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di dalam Masjidil Haram di kota Mekkah. Ka’bah merupakan bangunan yang dijadikan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib diziarahi umat Islam pada saat musim haji dan umrah.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” Al- Imran, ayat 96.
Bangunan Ka’bah berbentuk kubus, dengan ukuran 12 x 10 x 15 (lihat foto ilustrasi bagian-bagian Ka’bah). Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim serta dipugar pula oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, saat beliau berada di Makkah atas perintah Allah. Ka’bah disebut juga sebagai Baitullah, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an:
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” Ibrahim, ayat 37.

Read more »

AL Islam-SAFA