tafsirul Qur’an

Manusia sebagai Makhluk Sosial dalam Sudut Pandang Kema’rifatan

Al Hujuraat 13

Allah ciptakan manusia dalam latar belakang sosial yang berbeda – beda, agar satu sama lain dapat saling berinteraksi guna membentuk sistem kehidupan dan penghidupan yang harmonis, selaras dan seimbang, dengan atas kehendak Allah. Sebagaimana yang terkandung dalam Q.S. Al Hujuraat 13, yang artinya:

” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Read more »

Cahaya Ma’rifat dalam Al Fajr

Firman Allah dalam Q.S Al Fajr 27-28 yang artinya:

“Hai nafsu (jiwa) yang tenang (suci). Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan (hati) yang ridha dan diridhai.”

Sesungguhnya telah jelas tersampaikan pada ayat diatas bahwa sesungguhnya jiwa yang tenang adalah jiwa yang senantiasa kembali kepada Tuhannya baik dalam kondisi lapang maupun sempit, susah ataupun senang, ragu maupun yakin, dan berbagai situasi serta kondisi jiwa yang kompleks. Manusia yang senantiasa sadar Allah dan fokus Allah, maka jiwa dan bathinnya akan senantiasa terjagakan oleh curahan cahaya kesucian Sang Ilahi dengan atas kehendakNya. Sehingga dalam setiap aktifitas gerak hati, pikir maupun tubuh, mengalir cahaya kemurnian nan termuliakan dengan atas kehendak Allah. Itulah manusia yang berada dalam dimensi keridhaan Allah yang sebenar-benar keridhaanNya dengan atas kehendakNya.

Read more »

Goresan Kema’rifatan dalam At Taubah

Manusia dalam Keberagaman Semesta Allah

Allah berfirman dalam Q.S. At Taubah ayat 59, yang artinya:

“Jika sekiranya mereka suka (rela) atas pemberian Allah dan RasulNya dan berkata: Allah mencukupi (memelihara) kami, nanti Allah akan menganugerahkan kami dari karuniaNya begitu pula RasulNya. Sesungguhnya kami hanya ingin kepada Allah dan niscaya (yang demikian) adalah lebih baik bagi mereka.”

Sesungguhnya dalam ayat diatas terkandungkan makna kema’rifatan (pengenalan kepada Allah) dengan jalan kemurnian ibadah kepada Allah dengan atas kehendakNya. Bahwasanya segala sesuatu yang bermula dari Allah pasti hanya akn berpulang kembali kepadaNya dengan sebenar-benar pengembalianNya, sekecil apapun itu. Bahkan sebutir pasir di lautan lepas, semua takkan lepas dari dimensi kehendakNya. Dialah Allah Yang Menguasai langit dan bumi, dunia dan akhirat, barat dan timur, utara dan selatan, gunung dan lautan, manusia dan jin, dan segenap alam semesta seisinya baik yang nyata maupun tersembunyi.

Read more »

Sajakku Kepada Dunia

Sajak kepada dunia

Orang-orang menapaki kebingungan

Menyelam di air kebathilan, meneguk kedzaliman

Sambil menunggu bara panas di jidatnya

Awan, mendung bersinar di atas dunia

Menggapai segumpal darah kental

Menggumpal menutup kesucian

Read more »

Beribadah untuk Meraih Kebahagiaan

Keikhlasan dalam Beribadah

Dewasa ini mulai banyak umat manusia berlomba melakukan kebaikan, entah demi sebuah pengakuan atau memang kesadaran nurani akan tanggung jawab tersebut sebagai umat manusia. Keduanya memiliki makna yang berbeda jauh, jika untuk sebuah pengakuan sepertinya orang yang melakukan itu sangatlah picik dan dangkal pikirannya. Walaupun bukan hal yang mustahil peristiwa itu banyak terjadi di sekitar kita, bahkan mendominasi kehidupan di dunia ini. Sebenarnya kedua hal tersebut sama – sama ingin memperoleh kebahagiaan di akhir kata, tapi karena pemahaman salah jadi seperti itu. Sungguh sangat disayangkan, jika egoisme memiliki “kekuasaan” lebih pada lahir dan bathin kita.

Bagi kita umat muslim kebaikan itu adalah ibadah. Beribadah bukan sebatas memenuhi kewajiban rukun iman dan rukun islam, tapi lebih dari itu ada sebuah nilai terpendam dari sebuah kata “IBADAH”. Jikalau sekedar rukun iman dan rukun islam, pastilah semua umat muslim di Indonesia bahkan dunia sudah mampu untuk memahami secara lahir, entah pemahaman secara bathin apa mereka semua paham? Sebab itu adalah ikatan langsung antara pribadi bathiniah manusia dengan Allah SWT. Tak perlu berprasangka sepertinya.

Read more »

Keharmonisan Insan dalam Jagaan Sang Ilahi

Keharmonisan Alam dan Insan

Duhai Sang Kekasih Sejati

Engkaulah Sang Pemilik Kesentosaan

Diam dan gerakku hanya dalam ruang keharmonisan MU

Gelora kehampaanku, terceruak dalam hening Keagungan MU

Gerai kesunyianku, terkulai dalam ruas Kesempurnaan MU

Getar kebahagiaanku, terhelai dalam alur Kesucian MU

Read more »

Kepatuhan Sang Malam dalam Kesahajaan

 

Kepatuhan Malam kepada Pencipta

Duhai sang malam…

Kilauan dalam kehampaanmu meneropong dibalik kesenduan sang malam

Gemericik sinaranmu menyeruak bagai sosok tak berbayang

Dalam jiwa yang temaram terselip kerinduan nan mendalam

Kerinduan akan curahan murni Sang Pemilik Malam

Curahan nan merona, penuh akan kemurnian terazalikan

Read more »

Perjuangan Alam Semesta menuju Kemurnian Sang Ilahi

Perjuangan Sang Alam

Mentari kemanunggalan nan sejati tlah terturun ole Allah ‘Azza wa Jalla, sebagai obor kemurnian dan pemijar lentera keihsanan di bumi yang rapuh ini.

Gemilang sinarnya takkan teredupkan oleh hembus angin kemunafikan dan kemusyrikan dari kaum pendusta.

Kemilau ketegaran dari sinarannya kan siratkan molekul – molekul penghancur dalam kalbu kaum penuh dusta.

Kilat keagungan dari mentari kemanunggalan menghujamkan senyawa atom penghancuran ke dalam ruas kehampaan bumi Allah.

Gempita surya kema’rifatan merangkum dimensi semesta yang tak terhingga guna tertunggal padukan menuju Sang Maha Tunggal, Allah ‘Azza wa Jalla.

Read more »

Bagian – Bagian Ka’bah yang perlu Anda Ketahui

Kabah Bagian Dalam
Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di dalam Masjidil Haram di kota Mekkah. Ka’bah merupakan bangunan yang dijadikan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib diziarahi umat Islam pada saat musim haji dan umrah.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” Al- Imran, ayat 96.
Bangunan Ka’bah berbentuk kubus, dengan ukuran 12 x 10 x 15 (lihat foto ilustrasi bagian-bagian Ka’bah). Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim serta dipugar pula oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, saat beliau berada di Makkah atas perintah Allah. Ka’bah disebut juga sebagai Baitullah, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an:
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” Ibrahim, ayat 37.

Read more »

Memahami Satu Ayat dalam Qur’anul Karim

Ayat-ayat Allah dalam Semesta

Arti Surat Az Zukhruf ayat 32 :

Apakah mereka yang membagi – bagi  rahmat Tuhanmu? Kami yang membagi antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia ini. Dan Kami telah meninggikansebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa tingkat agar sebagian mereka dapat mempergunakan ( mengambil manfaat/ pelajaran )dari sebagian yang lain, dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk di bumi – Nya ini, khususnya manusia itu dalam kondisi yang berbeda – beda dan hal itu memang disengaja oleh Allah. Perbedaan – perbedaan itu diadakan oleh Allah sebagai tanda bukti ke Maha Besaran – Nya, ke Maha Indahan -  Nya dan ke Maha Rahman dan Rahim – Nya. Allah turunkan Rahmat – Nya di bumi – Nya ini, salah satunya dalam bentuk keberbedaan dan keragaman ciptaan – Nya. Allah juga berhak untuk meninggikan / merendahkan derajat, pangkat, kedudukan, status social, atau bahkan posisi manusia itu sendiri baik di dunia maupun di akherat kelak.

Read more »

AL Islam-SAFA