Sikap

Konsep Dasar Kedermawanan dalam Islam

Sedekah dalam Keikhlasan

Dermawan, dalam pengertian harfiah adalah seorang yang suka memberi. Sedangkan pengertian secara terminologi kema’rifatan adalah gerak kendali hati yang muncul sebagai ruas keinginan diri untuk memberi suatu hal berarti pada jiwa manusia lain yang berkekurangan, sedang diri lagi berlebih akan suatu hal tersebut. Namun, di sisi lain muncul pengertian ma’rifat yang lebih luas lingkupnya, yakni secara terminology ma’rifat adalah gerak kendali hati akan keinginan untuk memberi sesuatu pada jiwa lain, dimana disesuaikan dengan kondisi diri si penderma dan penerima secara lahiriah dan bathiniahnya. Dimana si penderma pun harus sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya pada Allah, mulai dari dia berniat untuk memberi hingga dia telah selesai, termasuk saat proses itu berlangsung. Demikian pula si penerima juga harus sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya pada Allah, saat dia menerima pemberian orang lain. Rumit nampaknya, tetapi itulah yang lebih bersifat menyeluruh dan seimbang satu sama lain

Read more »

Memahami Satu Ayat dalam Qur’anul Karim

Ayat-ayat Allah dalam Semesta

Arti Surat Az Zukhruf ayat 32 :

Apakah mereka yang membagi – bagi  rahmat Tuhanmu? Kami yang membagi antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia ini. Dan Kami telah meninggikansebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa tingkat agar sebagian mereka dapat mempergunakan ( mengambil manfaat/ pelajaran )dari sebagian yang lain, dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk di bumi – Nya ini, khususnya manusia itu dalam kondisi yang berbeda – beda dan hal itu memang disengaja oleh Allah. Perbedaan – perbedaan itu diadakan oleh Allah sebagai tanda bukti ke Maha Besaran – Nya, ke Maha Indahan –  Nya dan ke Maha Rahman dan Rahim – Nya. Allah turunkan Rahmat – Nya di bumi – Nya ini, salah satunya dalam bentuk keberbedaan dan keragaman ciptaan – Nya. Allah juga berhak untuk meninggikan / merendahkan derajat, pangkat, kedudukan, status social, atau bahkan posisi manusia itu sendiri baik di dunia maupun di akherat kelak.

Read more »

Doa Sang Nurani dalam Kehampaan

Dimensi Doa kepada Ilahi

Gumpalan kabut petang dalam kehampaan

Berselimut percikan awan yang teriuh resapkan

Bergelombang, bergelora, menghentak dalam kesunyian jiwa

Menghentakkan getar-getar asap nan pekat

Menyelimuti nurani nan suci dengan amarah

Menggelorakan ego yang tak terbendung

Read more »

Manusia dan Alam Semesta dalam Dimensi Syukur kepada Allah

Manusia dalam Kebimbangan

Sebagaimana Allah firmankan dalam AlQur’an bahwasanya manusia tercipta dari segumpal tanah dengan atas kehendakNya. Bermula dari segumpal tanah yang Allah alurproseskan sedemikian rupa, terbentuklah sosok manusia sebagaimana yang kita lihat saat ini pada diri kita masing-masing. Proses tersebut sedemikian indah, cantik dan agung dengan atas kehendak Allah. Karena hanya Dialah Allah ‘Azza wa Jalla yang menggenggam tiap proses dan kejadian di alam semesta, mulai dari yang kecil sampai dengan tak terhinggakan, dan yang besar sampai dengan tak terhinggakan. Demikianlah Allah menetapkan segala sesuatu dalam Kitab agungNya, Kitab Lauhil Mahfudz dengan atas kehendakNya.

Read more »

Pengetahuan tentang 99 Asma, Sifat dan Af’al Allah

Part 1

ٱللهُ لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى‏

“Dialah Allah, tiada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunya Al- Asma’ul Husna (nama-nama yang baik lagi indah).” (QS. Thahaa: 8)

Dimensi asma’, sifat dan Af’al Allah yang terangkumkan dalam 99 Asma’ul Husna Nya, memiliki cakupan yang tak terhinggakan. Curahan asma’, sifat dan af’al Nya terasuk pendarkan dalam segenap dimensi dan ruang penciptaan dan penghidupan Nya pada semesta Nya, dengan atas kehendak Nya. Sedikit penjelasan dalam bagian ini adalah sebuah gambaran umum akan alur perputaran dimensi asma’, sifat dan sf’al Allah yang tercurah pancarkan di dalam diri maupun diluar diri manusia.

Ar Rohman Ar Rohim

1. AR RAHMAN (Yang Maha Pemurah) AR RAHIM (Yang Maha Penyayang)

Ruas dimensi Rahman dan Rahim Allah, terlingkupkan nuansa asma’, sifat dan af’al Nya yang senantiasa terpijar curahkan pada setiap alur penciptaan dan penghidupan Nya kepada seluruh makhluk Allah di semesta Nya ini, dengan atas kehendak Nya. Keberadaan bumi langit seisinya adalah bukti akan curahan kasih sayang Nya kepada seluruh ciptaan Nya, baik curahan Ar Rahman dan Ar Rahim Nya.

Firman Allah dalam Q.S Al A’raaf: 156, artinya:

“Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan Rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”

Read more »

Putaran Rahmat Cahaya Ilahiah

Rahmat Cahaya Ilahiah 2

Roda kerahmatan telah diputar oleh mesin kepasrahan dalam kalbu, di bawah keteduhan cahaya puncak ma’rifat

Cahaya putarannya bergelombang bagai badai gurun di kala senja, menghempaskan cahaya pendar yang tak terhinggakan

menembus segala tipu daya dalam cengkeraman permainan alam

Kini Allah enggan meniupkan Rahmat ke kepala hamba – hamba Nya,

Read more »

Cahaya Ma’rifat dalam Al Fajr

Firman Allah dalam Q.S Al Fajr 27-28 yang artinya:

“Hai nafsu (jiwa) yang tenang (suci). Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan (hati) yang ridha dan diridhai.”

Sesungguhnya telah jelas tersampaikan pada ayat diatas bahwa sesungguhnya jiwa yang tenang adalah jiwa yang senantiasa kembali kepada Tuhannya baik dalam kondisi lapang maupun sempit, susah ataupun senang, ragu maupun yakin, dan berbagai situasi serta kondisi jiwa yang kompleks. Manusia yang senantiasa sadar Allah dan fokus Allah, maka jiwa dan bathinnya akan senantiasa terjagakan oleh curahan cahaya kesucian Sang Ilahi dengan atas kehendakNya. Sehingga dalam setiap aktifitas gerak hati, pikir maupun tubuh, mengalir cahaya kemurnian nan termuliakan dengan atas kehendak Allah. Itulah manusia yang berada dalam dimensi keridhaan Allah yang sebenar-benar keridhaanNya dengan atas kehendakNya.

Read more »

Hanya kepada Allah Kusampaikan Aspirasi Sejati

Aspirasi Kesejatian dalam Guratan Semesta Allah

Aspirasi, menurut bahasa berarti perhatian mendasar. Sedangkan menurut terminology ma’rifat, aspirasi memiliki makna perhatian menyeluruh serta mendasar hingga terdalam hati pada Sang Khalik, Allah ‘Azza Wa Jalla, baik pada pergerakan lahiriah maupun bathiniah. Semua itu akan terdimensikan sebagai bukti kehakikian diri akan tujuan hidup masing – masing, dengan atas kehendak Allah. Perhatian yang dimaksud tidak hanya bersifat lahiriah melalui pijakan syariat yang mantap dan taat, tetapi pada dasarnya adalah keteraturan diri ( lahir dan bathin) untuk selalu sadar akan Allah dan hanya memfokuskan diri kepada – Nya pula.

Read more »

AL Islam-SAFA