Sikap

Konsep Dasar Kedermawanan dalam Islam

Sedekah dalam Keikhlasan

Dermawan, dalam pengertian harfiah adalah seorang yang suka memberi. Sedangkan pengertian secara terminologi kema’rifatan adalah gerak kendali hati yang muncul sebagai ruas keinginan diri untuk memberi suatu hal berarti pada jiwa manusia lain yang berkekurangan, sedang diri lagi berlebih akan suatu hal tersebut. Namun, di sisi lain muncul pengertian ma’rifat yang lebih luas lingkupnya, yakni secara terminology ma’rifat adalah gerak kendali hati akan keinginan untuk memberi sesuatu pada jiwa lain, dimana disesuaikan dengan kondisi diri si penderma dan penerima secara lahiriah dan bathiniahnya. Dimana si penderma pun harus sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya pada Allah, mulai dari dia berniat untuk memberi hingga dia telah selesai, termasuk saat proses itu berlangsung. Demikian pula si penerima juga harus sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya pada Allah, saat dia menerima pemberian orang lain. Rumit nampaknya, tetapi itulah yang lebih bersifat menyeluruh dan seimbang satu sama lain

Read more »

Pengetahuan tentang Semesta dalam Diri

Bias cahaya Ilahi

Dialah Allah Yang Maha Nyata lagi Maha Tersembunyi. Sang Pemilik 99 asma’, sifat dan af’al nan tak terhinggakan. Yang Maha Menguasai langit dan bumi. Yang Maha Mengatur segenap gerak kehidupan dan penghidupan di semestaNya dengan atas kehendakNya. Dialah Rabb Yang Mencurahkan cahaya hidayah nan suci tersucikan kepada siapapun yang dikehendakiNya. Dialah Rabb Yang Maha Menciptakan jin dan manusia. Dialah Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia. Ke-MahaAgungan-Nya tak terukurkan, tak terjangkaukan, tak tergapaikan dan tak terjabarkan oleh apapun dan siapapun dengan atas kehendakNya. Hanya kekasih sejatiNya, Rasulullah SAW, nabi akhirul zaman, yang Allah kehendaki untuk mengenal dan mencintai pribadiNya dengan sebenar – benar pengenalanNya dan kecintaanNya. Read more »

Makna Ujian dan Cobaan dalam Dimensi Ma’rifat

Makna ujian dan cobaan dari AllahFirman Allah dalam Q.S. Al Mulk ayat 1-2 yang artinya:

Maha Suci Allah, yang di tangan Nya lah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang Menjadikan mati dan hidup supaya Dia manguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Sebagaimana terungkap dengan jelas pada ayat tersebut bahwa sesungguhnya Dialah Allah, Rabb Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi). Segala pujian hanya teruntuk Allah, Rabb semesta alam. Segala sesuatu yang teralurkan di dalam diri maupun di luar diri kita adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah yang tak terhinggakan dengan atas kehendakNya.

Read more »

Sajakku Kepada Dunia

Sajak kepada dunia

Orang-orang menapaki kebingungan

Menyelam di air kebathilan, meneguk kedzaliman

Sambil menunggu bara panas di jidatnya

Awan, mendung bersinar di atas dunia

Menggapai segumpal darah kental

Menggumpal menutup kesucian

Read more »

Doaku di Malam Perenunganku

Berdoa kepada Allah

Wahai, Sang Pemilik Cahaya Keabadian, izinkanlah diri ini untuk senantiasa bersujud kepadaMu melalui kesempurnaan cahaya Mu. Teguhkanlah hati ini, Rabb, untuk senantiasa berdzikir kepada – Mu, menyebut Asma – mu, dalam rangka berma’rifat kepada – Mu, dengan semata karena –Mu, Rabb. Kokohkanlah semangat hamba untuk terus – menerus mendekat kepeda – Mu, jangan Engkau biarkan hamba ini putus asa, Rabb. Jangan sekali – kali Kau biarkan hamba menyrah dalam proses ma’rifatullah – Mu, sekalipun badan hancur lebur dikalang tanah.

Read more »

Learning from Mosquitoes: What’s Inside?

Perumpamaan seekor Nyamuk

“Dan tiadalah Allah ciptakan sesuatu ini dengan sia-sia”.

Kutipan ayat Al Qur’an diatas mengindikasikan dengan jelas bahwa sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak menciptakan segala sesuatu di bumi dan langit Nya dengan sebuah kesia-siaan. Segala sesuatu di alam semesta, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi) sesungguhnya adalah bagian dari dimensi penciptaan Allah yang di dalamnya ternaungkan unsur kemadharatan maupun kemanfaatan dalam kadar yang berbeda.

Read more »

Hanya kepada Allah Kusampaikan Aspirasi Sejati

Aspirasi Kesejatian dalam Guratan Semesta Allah

Aspirasi, menurut bahasa berarti perhatian mendasar. Sedangkan menurut terminology ma’rifat, aspirasi memiliki makna perhatian menyeluruh serta mendasar hingga terdalam hati pada Sang Khalik, Allah ‘Azza Wa Jalla, baik pada pergerakan lahiriah maupun bathiniah. Semua itu akan terdimensikan sebagai bukti kehakikian diri akan tujuan hidup masing – masing, dengan atas kehendak Allah. Perhatian yang dimaksud tidak hanya bersifat lahiriah melalui pijakan syariat yang mantap dan taat, tetapi pada dasarnya adalah keteraturan diri ( lahir dan bathin) untuk selalu sadar akan Allah dan hanya memfokuskan diri kepada – Nya pula.

Read more »

Rahasia Firasat dengan Setetes Kebeningan Hati

Firasat merupakan salah satu alur Allah sebagai wujud adanya kesengajaan gerak hati untuk menelusuri suatu ketentuan hakiki dalam hati nurani seseorang. Makna terminologinya, firasat adalah nuansa yang dating menelusup dalam hati secara tiba – tiba guna menelusuri segala sesuatu yang (teranggapkan) berlawanan dengan diri seorang hamba, dimana suatu hal tersebut memiliki ikatan ketentuan hakiki pada diri pribadi masing – masing. Ikatan ketentuan hakiki yang dimaksud adalah dasar alamiah yang Allah tetapkan dalam setiap gerak hati seorang hamba yang kemudian dapat Anda saksikan sebagai nilai karakter pribadi yang mempengaruhi pergolakan alami hati, piker dan tubuh kita.

Read more »

AL Islam-SAFA