Sikap

Konsep Dasar Kedermawanan dalam Islam

Sedekah dalam Keikhlasan

Dermawan, dalam pengertian harfiah adalah seorang yang suka memberi. Sedangkan pengertian secara terminologi kema’rifatan adalah gerak kendali hati yang muncul sebagai ruas keinginan diri untuk memberi suatu hal berarti pada jiwa manusia lain yang berkekurangan, sedang diri lagi berlebih akan suatu hal tersebut. Namun, di sisi lain muncul pengertian ma’rifat yang lebih luas lingkupnya, yakni secara terminology ma’rifat adalah gerak kendali hati akan keinginan untuk memberi sesuatu pada jiwa lain, dimana disesuaikan dengan kondisi diri si penderma dan penerima secara lahiriah dan bathiniahnya. Dimana si penderma pun harus sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya pada Allah, mulai dari dia berniat untuk memberi hingga dia telah selesai, termasuk saat proses itu berlangsung. Demikian pula si penerima juga harus sadar akan Allah dan mem-fokuskan diri hanya pada Allah, saat dia menerima pemberian orang lain. Rumit nampaknya, tetapi itulah yang lebih bersifat menyeluruh dan seimbang satu sama lain

Read more »

Learning from Mosquitoes: What’s Inside?

Perumpamaan seekor Nyamuk

“Dan tiadalah Allah ciptakan sesuatu ini dengan sia-sia”.

Kutipan ayat Al Qur’an diatas mengindikasikan dengan jelas bahwa sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak menciptakan segala sesuatu di bumi dan langit Nya dengan sebuah kesia-siaan. Segala sesuatu di alam semesta, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi) sesungguhnya adalah bagian dari dimensi penciptaan Allah yang di dalamnya ternaungkan unsur kemadharatan maupun kemanfaatan dalam kadar yang berbeda.

Read more »

Perjuangan Alam Semesta menuju Kemurnian Sang Ilahi

Perjuangan Sang Alam

Mentari kemanunggalan nan sejati tlah terturun ole Allah ‘Azza wa Jalla, sebagai obor kemurnian dan pemijar lentera keihsanan di bumi yang rapuh ini.

Gemilang sinarnya takkan teredupkan oleh hembus angin kemunafikan dan kemusyrikan dari kaum pendusta.

Kemilau ketegaran dari sinarannya kan siratkan molekul – molekul penghancur dalam kalbu kaum penuh dusta.

Kilat keagungan dari mentari kemanunggalan menghujamkan senyawa atom penghancuran ke dalam ruas kehampaan bumi Allah.

Gempita surya kema’rifatan merangkum dimensi semesta yang tak terhingga guna tertunggal padukan menuju Sang Maha Tunggal, Allah ‘Azza wa Jalla.

Read more »

Manusia sebagai Makhluk Sosial dalam Sudut Pandang Kema’rifatan

Al Hujuraat 13

Allah ciptakan manusia dalam latar belakang sosial yang berbeda – beda, agar satu sama lain dapat saling berinteraksi guna membentuk sistem kehidupan dan penghidupan yang harmonis, selaras dan seimbang, dengan atas kehendak Allah. Sebagaimana yang terkandung dalam Q.S. Al Hujuraat 13, yang artinya:

” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Read more »

Makna Ujian dan Cobaan dalam Dimensi Ma’rifat

Makna ujian dan cobaan dari AllahFirman Allah dalam Q.S. Al Mulk ayat 1-2 yang artinya:

Maha Suci Allah, yang di tangan Nya lah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang Menjadikan mati dan hidup supaya Dia manguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Sebagaimana terungkap dengan jelas pada ayat tersebut bahwa sesungguhnya Dialah Allah, Rabb Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi). Segala pujian hanya teruntuk Allah, Rabb semesta alam. Segala sesuatu yang teralurkan di dalam diri maupun di luar diri kita adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah yang tak terhinggakan dengan atas kehendakNya.

Read more »

Goresan Kema’rifatan dalam At Taubah

Manusia dalam Keberagaman Semesta Allah

Allah berfirman dalam Q.S. At Taubah ayat 59, yang artinya:

“Jika sekiranya mereka suka (rela) atas pemberian Allah dan RasulNya dan berkata: Allah mencukupi (memelihara) kami, nanti Allah akan menganugerahkan kami dari karuniaNya begitu pula RasulNya. Sesungguhnya kami hanya ingin kepada Allah dan niscaya (yang demikian) adalah lebih baik bagi mereka.”

Sesungguhnya dalam ayat diatas terkandungkan makna kema’rifatan (pengenalan kepada Allah) dengan jalan kemurnian ibadah kepada Allah dengan atas kehendakNya. Bahwasanya segala sesuatu yang bermula dari Allah pasti hanya akn berpulang kembali kepadaNya dengan sebenar-benar pengembalianNya, sekecil apapun itu. Bahkan sebutir pasir di lautan lepas, semua takkan lepas dari dimensi kehendakNya. Dialah Allah Yang Menguasai langit dan bumi, dunia dan akhirat, barat dan timur, utara dan selatan, gunung dan lautan, manusia dan jin, dan segenap alam semesta seisinya baik yang nyata maupun tersembunyi.

Read more »

Keping Cahaya Ketegasan

Keping Cahaya Ketegasan

Keping cahaya ketegasan mewarnai gemerlap menara kema’rifatan. Menjadikan pesona keagungan terhiaskan oleh cahaya sejati Sang Ilahi Robbi.

Deru pendar keabadian kan berkilauan mewarnai keragaman ruang dan waktu, menembus relung seluruh makhluk di bumi-Nya.

Pijaran sucinya takkan terpadamkan oleh hembusan badai kemunafikan dan kemusyrikan. Segalanya kan terbimbingkan tuk kembali pada sudut kemurnian cahaya Sang Ilahi Robbi.

Keping cahaya kewibawaan mengukirkan garis – garis keharmonisan, tuk sebarkan benih keselarasan dalam setiap ruas kalbu manusia, ciptaan Sang Ilahi Robbi.

Read more »

Doa Sang Nurani dalam Kehampaan

Dimensi Doa kepada Ilahi

Gumpalan kabut petang dalam kehampaan

Berselimut percikan awan yang teriuh resapkan

Bergelombang, bergelora, menghentak dalam kesunyian jiwa

Menghentakkan getar-getar asap nan pekat

Menyelimuti nurani nan suci dengan amarah

Menggelorakan ego yang tak terbendung

Read more »

AL Islam-SAFA