Azza

Makna Kebaikan dan Keburukan dalam Dimensi Ma’rifat

Allah berfirman dalam Q.S. Al An’am 17 yang artinya:

“Jika Allah menyentuhkan kemadharatan kepada engkau, maka tiadalah yang akan menghilangkannya melainkan Dia sendiri dan jika menyentuhkan kebajikan kepada engkau, maka Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

Kebajikan dan Kemudharatan dalam Islam

Sesungguhnya segala sesuatu di alam semesta ini berada dalam genggaman Allah ‘Azza wa Jalla, baik yang nyata maupun tersembunyi. Tiada satu makhluk pun di dunia maupun akhirat yang terlepas dari sorot kepengaturan Allah dengan atas kehendakNya. Dialah Rabb Yang Maha Mencurahkan Kemanfaatan dan Dia pulalah Rabb Yang Maha Berbahaya. Curahan dimensi kebaikanNya dan gerak cahaya ke-berbahayaan-Nya tak terjangkaukan dan tak terukurkan oleh apapun dengan atas kehendakNya. Hal ini pulalah yang tersuratkan dengan jelas pada ayat tersebut. Bahwa sesungguhnya setiap makhluk di semesta Allah – khususnya manusia – tiada memiliki kemampuan untuk melaksanakan kebajikan maupun menghindari kemudharatan kecuali dengan atas kehendakNya.

Read more »

Memahami Satu Ayat dalam Qur’anul Karim

Ayat-ayat Allah dalam Semesta

Arti Surat Az Zukhruf ayat 32 :

Apakah mereka yang membagi – bagi  rahmat Tuhanmu? Kami yang membagi antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia ini. Dan Kami telah meninggikansebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa tingkat agar sebagian mereka dapat mempergunakan ( mengambil manfaat/ pelajaran )dari sebagian yang lain, dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk di bumi – Nya ini, khususnya manusia itu dalam kondisi yang berbeda – beda dan hal itu memang disengaja oleh Allah. Perbedaan – perbedaan itu diadakan oleh Allah sebagai tanda bukti ke Maha Besaran – Nya, ke Maha Indahan –  Nya dan ke Maha Rahman dan Rahim – Nya. Allah turunkan Rahmat – Nya di bumi – Nya ini, salah satunya dalam bentuk keberbedaan dan keragaman ciptaan – Nya. Allah juga berhak untuk meninggikan / merendahkan derajat, pangkat, kedudukan, status social, atau bahkan posisi manusia itu sendiri baik di dunia maupun di akherat kelak.

Read more »

Manusia dan Alam Semesta dalam Dimensi Syukur kepada Allah

Manusia dalam Kebimbangan

Sebagaimana Allah firmankan dalam AlQur’an bahwasanya manusia tercipta dari segumpal tanah dengan atas kehendakNya. Bermula dari segumpal tanah yang Allah alurproseskan sedemikian rupa, terbentuklah sosok manusia sebagaimana yang kita lihat saat ini pada diri kita masing-masing. Proses tersebut sedemikian indah, cantik dan agung dengan atas kehendak Allah. Karena hanya Dialah Allah ‘Azza wa Jalla yang menggenggam tiap proses dan kejadian di alam semesta, mulai dari yang kecil sampai dengan tak terhinggakan, dan yang besar sampai dengan tak terhinggakan. Demikianlah Allah menetapkan segala sesuatu dalam Kitab agungNya, Kitab Lauhil Mahfudz dengan atas kehendakNya.

Read more »

Cahaya Ma’rifat dalam Al Fajr

Firman Allah dalam Q.S Al Fajr 27-28 yang artinya:

“Hai nafsu (jiwa) yang tenang (suci). Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan (hati) yang ridha dan diridhai.”

Sesungguhnya telah jelas tersampaikan pada ayat diatas bahwa sesungguhnya jiwa yang tenang adalah jiwa yang senantiasa kembali kepada Tuhannya baik dalam kondisi lapang maupun sempit, susah ataupun senang, ragu maupun yakin, dan berbagai situasi serta kondisi jiwa yang kompleks. Manusia yang senantiasa sadar Allah dan fokus Allah, maka jiwa dan bathinnya akan senantiasa terjagakan oleh curahan cahaya kesucian Sang Ilahi dengan atas kehendakNya. Sehingga dalam setiap aktifitas gerak hati, pikir maupun tubuh, mengalir cahaya kemurnian nan termuliakan dengan atas kehendak Allah. Itulah manusia yang berada dalam dimensi keridhaan Allah yang sebenar-benar keridhaanNya dengan atas kehendakNya.

Read more »

Goresan Kema’rifatan dalam At Taubah

Manusia dalam Keberagaman Semesta Allah

Allah berfirman dalam Q.S. At Taubah ayat 59, yang artinya:

“Jika sekiranya mereka suka (rela) atas pemberian Allah dan RasulNya dan berkata: Allah mencukupi (memelihara) kami, nanti Allah akan menganugerahkan kami dari karuniaNya begitu pula RasulNya. Sesungguhnya kami hanya ingin kepada Allah dan niscaya (yang demikian) adalah lebih baik bagi mereka.”

Sesungguhnya dalam ayat diatas terkandungkan makna kema’rifatan (pengenalan kepada Allah) dengan jalan kemurnian ibadah kepada Allah dengan atas kehendakNya. Bahwasanya segala sesuatu yang bermula dari Allah pasti hanya akn berpulang kembali kepadaNya dengan sebenar-benar pengembalianNya, sekecil apapun itu. Bahkan sebutir pasir di lautan lepas, semua takkan lepas dari dimensi kehendakNya. Dialah Allah Yang Menguasai langit dan bumi, dunia dan akhirat, barat dan timur, utara dan selatan, gunung dan lautan, manusia dan jin, dan segenap alam semesta seisinya baik yang nyata maupun tersembunyi.

Read more »

Learning from Mosquitoes: What’s Inside?

Perumpamaan seekor Nyamuk

“Dan tiadalah Allah ciptakan sesuatu ini dengan sia-sia”.

Kutipan ayat Al Qur’an diatas mengindikasikan dengan jelas bahwa sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak menciptakan segala sesuatu di bumi dan langit Nya dengan sebuah kesia-siaan. Segala sesuatu di alam semesta, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi) sesungguhnya adalah bagian dari dimensi penciptaan Allah yang di dalamnya ternaungkan unsur kemadharatan maupun kemanfaatan dalam kadar yang berbeda.

Read more »

Muroqobah

Berdoa dalam Keheningan

Muroqobah menurut bahasa berarti pemantapan tujuan. Sedangkan secara ilmu terminology, memiliki makna memelihara dan menjaga kemantapan hati akan tujuan yang satu yakni Allah ‘Azza Wa Jalla. Dimana pergerakannya harus disikapi dan tersikapi dengan penuh kesadaran diri akan Allah dan memfokuskan diri hanya kepada – Nya pula.

Read more »

Hanya kepada Allah Kusampaikan Aspirasi Sejati

Aspirasi Kesejatian dalam Guratan Semesta Allah

Aspirasi, menurut bahasa berarti perhatian mendasar. Sedangkan menurut terminology ma’rifat, aspirasi memiliki makna perhatian menyeluruh serta mendasar hingga terdalam hati pada Sang Khalik, Allah ‘Azza Wa Jalla, baik pada pergerakan lahiriah maupun bathiniah. Semua itu akan terdimensikan sebagai bukti kehakikian diri akan tujuan hidup masing – masing, dengan atas kehendak Allah. Perhatian yang dimaksud tidak hanya bersifat lahiriah melalui pijakan syariat yang mantap dan taat, tetapi pada dasarnya adalah keteraturan diri ( lahir dan bathin) untuk selalu sadar akan Allah dan hanya memfokuskan diri kepada – Nya pula.

Read more »

Perjuangan Alam Semesta menuju Kemurnian Sang Ilahi

Perjuangan Sang Alam

Mentari kemanunggalan nan sejati tlah terturun ole Allah ‘Azza wa Jalla, sebagai obor kemurnian dan pemijar lentera keihsanan di bumi yang rapuh ini.

Gemilang sinarnya takkan teredupkan oleh hembus angin kemunafikan dan kemusyrikan dari kaum pendusta.

Kemilau ketegaran dari sinarannya kan siratkan molekul – molekul penghancur dalam kalbu kaum penuh dusta.

Kilat keagungan dari mentari kemanunggalan menghujamkan senyawa atom penghancuran ke dalam ruas kehampaan bumi Allah.

Gempita surya kema’rifatan merangkum dimensi semesta yang tak terhingga guna tertunggal padukan menuju Sang Maha Tunggal, Allah ‘Azza wa Jalla.

Read more »

Learning from Mosquitoes: What’s Inside?

Perumpamaan seekor Nyamuk

“Dan tiadalah Allah ciptakan sesuatu ini dengan sia-sia”.

Kutipan ayat Al Qur’an diatas mengindikasikan dengan jelas bahwa sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak menciptakan segala sesuatu di bumi dan langit Nya dengan sebuah kesia-siaan. Segala sesuatu di alam semesta, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi) sesungguhnya adalah bagian dari dimensi penciptaan Allah yang di dalamnya ternaungkan unsur kemadharatan maupun kemanfaatan dalam kadar yang berbeda.

Read more »

Rahasia Firasat dengan Setetes Kebeningan Hati

Firasat merupakan salah satu alur Allah sebagai wujud adanya kesengajaan gerak hati untuk menelusuri suatu ketentuan hakiki dalam hati nurani seseorang. Makna terminologinya, firasat adalah nuansa yang dating menelusup dalam hati secara tiba – tiba guna menelusuri segala sesuatu yang (teranggapkan) berlawanan dengan diri seorang hamba, dimana suatu hal tersebut memiliki ikatan ketentuan hakiki pada diri pribadi masing – masing. Ikatan ketentuan hakiki yang dimaksud adalah dasar alamiah yang Allah tetapkan dalam setiap gerak hati seorang hamba yang kemudian dapat Anda saksikan sebagai nilai karakter pribadi yang mempengaruhi pergolakan alami hati, piker dan tubuh kita.

Read more »

Universalitas Konsep Sosiologi Kema’rifatan

Sosiologi Kema'rifatan

Dewasa ini, perlu diketahui bahwa ada hal yang mengisyaratkan sebagai tantangan terbesar bagi umat Islam, yakni belum adanya suatu konsep pemahaman universal terhadap dimensi Islam nan murni yang dapat teraplikasikan secara utuh dan menyeluruh dalam pola kehidupan dan penghidupan manusia. Baik secara lahir maupun bathin manusia, sesuai orbit keazalian yang telah Allah tetapkan, dengan atas kehendak Nya. Orbit keazalian insan tersebut berputar pada poros penunggalan akan Allah yang penuh akan cahaya kema’rifatan nan suci dan tersucikan dengan atas kehendak Allah.

Read more »

Beribadah untuk Meraih Kebahagiaan

Keikhlasan dalam Beribadah

Dewasa ini mulai banyak umat manusia berlomba melakukan kebaikan, entah demi sebuah pengakuan atau memang kesadaran nurani akan tanggung jawab tersebut sebagai umat manusia. Keduanya memiliki makna yang berbeda jauh, jika untuk sebuah pengakuan sepertinya orang yang melakukan itu sangatlah picik dan dangkal pikirannya. Walaupun bukan hal yang mustahil peristiwa itu banyak terjadi di sekitar kita, bahkan mendominasi kehidupan di dunia ini. Sebenarnya kedua hal tersebut sama – sama ingin memperoleh kebahagiaan di akhir kata, tapi karena pemahaman salah jadi seperti itu. Sungguh sangat disayangkan, jika egoisme memiliki “kekuasaan” lebih pada lahir dan bathin kita.

Bagi kita umat muslim kebaikan itu adalah ibadah. Beribadah bukan sebatas memenuhi kewajiban rukun iman dan rukun islam, tapi lebih dari itu ada sebuah nilai terpendam dari sebuah kata “IBADAH”. Jikalau sekedar rukun iman dan rukun islam, pastilah semua umat muslim di Indonesia bahkan dunia sudah mampu untuk memahami secara lahir, entah pemahaman secara bathin apa mereka semua paham? Sebab itu adalah ikatan langsung antara pribadi bathiniah manusia dengan Allah SWT. Tak perlu berprasangka sepertinya.

Read more »

Bagian – Bagian Ka’bah yang perlu Anda Ketahui

Kabah Bagian Dalam
Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di dalam Masjidil Haram di kota Mekkah. Ka’bah merupakan bangunan yang dijadikan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib diziarahi umat Islam pada saat musim haji dan umrah.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” Al- Imran, ayat 96.
Bangunan Ka’bah berbentuk kubus, dengan ukuran 12 x 10 x 15 (lihat foto ilustrasi bagian-bagian Ka’bah). Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim serta dipugar pula oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, saat beliau berada di Makkah atas perintah Allah. Ka’bah disebut juga sebagai Baitullah, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an:
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” Ibrahim, ayat 37.

Read more »

Putaran Rahmat Cahaya Ilahiah

Rahmat Cahaya Ilahiah 2

Roda kerahmatan telah diputar oleh mesin kepasrahan dalam kalbu, di bawah keteduhan cahaya puncak ma’rifat

Cahaya putarannya bergelombang bagai badai gurun di kala senja, menghempaskan cahaya pendar yang tak terhinggakan

menembus segala tipu daya dalam cengkeraman permainan alam

Kini Allah enggan meniupkan Rahmat ke kepala hamba – hamba Nya,

Read more »

Perjuangan Alam Semesta menuju Kemurnian Sang Ilahi

Perjuangan Sang Alam

Mentari kemanunggalan nan sejati tlah terturun ole Allah ‘Azza wa Jalla, sebagai obor kemurnian dan pemijar lentera keihsanan di bumi yang rapuh ini.

Gemilang sinarnya takkan teredupkan oleh hembus angin kemunafikan dan kemusyrikan dari kaum pendusta.

Kemilau ketegaran dari sinarannya kan siratkan molekul – molekul penghancur dalam kalbu kaum penuh dusta.

Kilat keagungan dari mentari kemanunggalan menghujamkan senyawa atom penghancuran ke dalam ruas kehampaan bumi Allah.

Gempita surya kema’rifatan merangkum dimensi semesta yang tak terhingga guna tertunggal padukan menuju Sang Maha Tunggal, Allah ‘Azza wa Jalla.

Read more »

AL Islam-SAFA