Putaran Rahmat Cahaya Ilahiah

Rahmat Cahaya Ilahiah 1Roda kerahmatan telah diputar oleh mesin kepasrahan dalam kalbu, di bawah keteduhan cahaya puncak ma’rifat

Cahaya putarannya bergelombang bagai badai gurun di kala senja, menghempaskan cahaya pendar yang tak terhinggakan

menembus segala tipu daya dalam cengkeraman permainan alam

Kini Allah enggan meniupkan Rahmat ke kepala hamba – hamba Nya,

kepala yang penuh kemunafikan dan kesombongan, takkan pecah dengan palu keterpurukan hanya dengan palu kepasrahan

Sesungguhnya Allah telah peringatkan pada mereka apa yang baik dan apa yang buruk,

namun kegelapan telah menguasai nurani kehambaannya

Roda keistiqomahan telah berputar dalam jiwa ketawadhuan dibawah keteduhan Nurullah, Nur cahaya Agung MuRahmat Cahaya Ilahiah 2

Putarannya penuh rahmat Ilahiah, menghempaskan riuh gemuruh jiwa hamba, menstabilkan kegoyahan kalbu hampa

serta melantunkan melodi kegalauan nurani

Gelombang cahayanya tersingkap dalam kehangatan Lafalz Ilahiah, meredakan hujan kegamangan fikir dan kilatan cahaya putarnya menggelegarkan muka bumi kesenyapan

Makna Kebaikan dan Keburukan dalam Dimensi Ma’rifat

Allah berfirman dalam Q.S. Al An’am 17 yang artinya:

“Jika Allah menyentuhkan kemadharatan kepada engkau, maka tiadalah yang akan menghilangkannya melainkan Dia sendiri dan jika menyentuhkan kebajikan kepada engkau, maka Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

Kebajikan dan Kemudharatan dalam Islam

Sesungguhnya segala sesuatu di alam semesta ini berada dalam genggaman Allah ‘Azza wa Jalla, baik yang nyata maupun tersembunyi. Tiada satu makhluk pun di dunia maupun akhirat yang terlepas dari sorot kepengaturan Allah dengan atas kehendakNya. Dialah Rabb Yang Maha Mencurahkan Kemanfaatan dan Dia pulalah Rabb Yang Maha Berbahaya. Curahan dimensi kebaikanNya dan gerak cahaya ke-berbahayaan-Nya tak terjangkaukan dan tak terukurkan oleh apapun dengan atas kehendakNya. Hal ini pulalah yang tersuratkan dengan jelas pada ayat tersebut. Bahwa sesungguhnya setiap makhluk di semesta Allah – khususnya manusia – tiada memiliki kemampuan untuk melaksanakan kebajikan maupun menghindari kemudharatan kecuali dengan atas kehendakNya.

Read more »

Pengetahuan tentang 99 Asma, Sifat dan Af’al Allah

Part 1

ٱللهُ لا إِلهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ الْأَسْماءُ الْحُسْنى‏

“Dialah Allah, tiada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunya Al- Asma’ul Husna (nama-nama yang baik lagi indah).” (QS. Thahaa: 8)

Dimensi asma’, sifat dan Af’al Allah yang terangkumkan dalam 99 Asma’ul Husna Nya, memiliki cakupan yang tak terhinggakan. Curahan asma’, sifat dan af’al Nya terasuk pendarkan dalam segenap dimensi dan ruang penciptaan dan penghidupan Nya pada semesta Nya, dengan atas kehendak Nya. Sedikit penjelasan dalam bagian ini adalah sebuah gambaran umum akan alur perputaran dimensi asma’, sifat dan sf’al Allah yang tercurah pancarkan di dalam diri maupun diluar diri manusia.

Ar Rohman Ar Rohim

1. AR RAHMAN (Yang Maha Pemurah) AR RAHIM (Yang Maha Penyayang)

Ruas dimensi Rahman dan Rahim Allah, terlingkupkan nuansa asma’, sifat dan af’al Nya yang senantiasa terpijar curahkan pada setiap alur penciptaan dan penghidupan Nya kepada seluruh makhluk Allah di semesta Nya ini, dengan atas kehendak Nya. Keberadaan bumi langit seisinya adalah bukti akan curahan kasih sayang Nya kepada seluruh ciptaan Nya, baik curahan Ar Rahman dan Ar Rahim Nya.

Firman Allah dalam Q.S Al A’raaf: 156, artinya:

“Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan Rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.”

Read more »

Kekuatan Do’a dalam Harapan

berdoa

Robb… “Kusebut AsmaMu dalam nafas ku, kusebut AsmaMu dalam pandanganku, kusebut AsmaMu dalam pendengaranku, kusebut AsmaMu dalam lisanku, kusebut AsmaMu dalam lambaian tangan dan langkah kakiku, kusebut AsmaMu dalam darah dagingku, Robb…Robb… kusambut Engkau dalam jiwa ragaku dan… semuanya terlaksana hanya dengan atas kehendakMu”

Robb… “Engkau Maha Sabar, kesabaran kami belajar menuntut ilmuMu adalah sorot kehendakMu, pancaran cahayaMu. Oleh karenanya Robb..sabarkan kami dengan sebenar-benar kesabaranMu dalam meraih kemuliaan ilmuMu”

Robb… “Engkau Maha Ikhlas, keikhlasan kami menegakkan syariatMu adalah kehendakMu, pancaran cahayaMu. Oleh karenanya Robb..ikhlaskan kami dengan sebenar-benar keikhlasanMu dalam menegak kokohkan syariatMu”

Robb… “Engkau Maha Pengasih, jikalau kami mengasihi sesama ciptaanMu, saling menolong diantara manusiaMu, sesungguhnya itu alur kehendakMu. Oleh karenanya Robb…cahayakan kasihMu disemestaMu dengan sebenar-benar KasihMu” Read more »

Bagian – Bagian Ka’bah yang perlu Anda Ketahui

Kabah Bagian Dalam
Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di dalam Masjidil Haram di kota Mekkah. Ka’bah merupakan bangunan yang dijadikan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib diziarahi umat Islam pada saat musim haji dan umrah.
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat beribadat manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi” Al- Imran, ayat 96.
Bangunan Ka’bah berbentuk kubus, dengan ukuran 12 x 10 x 15 (lihat foto ilustrasi bagian-bagian Ka’bah). Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim serta dipugar pula oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, saat beliau berada di Makkah atas perintah Allah. Ka’bah disebut juga sebagai Baitullah, seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an:
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” Ibrahim, ayat 37.

Read more »

Fakta Ilmiah tentang Ka’bah dan Masjidil Haram, Mekkah

Ka'bah Pusat Bumi
Ka’bah, rumah Allah dimana sejuta ummat Islam merindukan berkunjung dan menjadi tamu – tamu Allah Sang Maha Pencipta. Kiblatnya (arah) ummat Islam dalam melaksanakan shalat, dari manapun semua ibadah shalat menghadap ke kiblat ini.
Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia
(QS. Al-Ma’idah: 97) 
Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. QS al-Ma’idah 5:6 dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dengan “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat QS al-Ma’idah 5:95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yang artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Read more »

Pengetahuan tentang Semesta dalam Diri

Bias cahaya Ilahi

Dialah Allah Yang Maha Nyata lagi Maha Tersembunyi. Sang Pemilik 99 asma’, sifat dan af’al nan tak terhinggakan. Yang Maha Menguasai langit dan bumi. Yang Maha Mengatur segenap gerak kehidupan dan penghidupan di semestaNya dengan atas kehendakNya. Dialah Rabb Yang Mencurahkan cahaya hidayah nan suci tersucikan kepada siapapun yang dikehendakiNya. Dialah Rabb Yang Maha Menciptakan jin dan manusia. Dialah Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia. Ke-MahaAgungan-Nya tak terukurkan, tak terjangkaukan, tak tergapaikan dan tak terjabarkan oleh apapun dan siapapun dengan atas kehendakNya. Hanya kekasih sejatiNya, Rasulullah SAW, nabi akhirul zaman, yang Allah kehendaki untuk mengenal dan mencintai pribadiNya dengan sebenar – benar pengenalanNya dan kecintaanNya. Read more »

Memahami Satu Ayat dalam Qur’anul Karim

Ayat-ayat Allah dalam Semesta

Arti Surat Az Zukhruf ayat 32 :

Apakah mereka yang membagi – bagi  rahmat Tuhanmu? Kami yang membagi antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia ini. Dan Kami telah meninggikansebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa tingkat agar sebagian mereka dapat mempergunakan ( mengambil manfaat/ pelajaran )dari sebagian yang lain, dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk di bumi – Nya ini, khususnya manusia itu dalam kondisi yang berbeda – beda dan hal itu memang disengaja oleh Allah. Perbedaan – perbedaan itu diadakan oleh Allah sebagai tanda bukti ke Maha Besaran – Nya, ke Maha Indahan –  Nya dan ke Maha Rahman dan Rahim – Nya. Allah turunkan Rahmat – Nya di bumi – Nya ini, salah satunya dalam bentuk keberbedaan dan keragaman ciptaan – Nya. Allah juga berhak untuk meninggikan / merendahkan derajat, pangkat, kedudukan, status social, atau bahkan posisi manusia itu sendiri baik di dunia maupun di akherat kelak.

Read more »

Makna Ujian dan Cobaan dalam Dimensi Ma’rifat

Makna ujian dan cobaan dari AllahFirman Allah dalam Q.S. Al Mulk ayat 1-2 yang artinya:

Maha Suci Allah, yang di tangan Nya lah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang Menjadikan mati dan hidup supaya Dia manguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Sebagaimana terungkap dengan jelas pada ayat tersebut bahwa sesungguhnya Dialah Allah, Rabb Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, baik yang nyata maupun yang ghaib (tersembunyi). Segala pujian hanya teruntuk Allah, Rabb semesta alam. Segala sesuatu yang teralurkan di dalam diri maupun di luar diri kita adalah bagian dari tanda kekuasaan Allah yang tak terhinggakan dengan atas kehendakNya.

Read more »

Manusia sebagai Makhluk Sosial dalam Sudut Pandang Kema’rifatan

Al Hujuraat 13

Allah ciptakan manusia dalam latar belakang sosial yang berbeda – beda, agar satu sama lain dapat saling berinteraksi guna membentuk sistem kehidupan dan penghidupan yang harmonis, selaras dan seimbang, dengan atas kehendak Allah. Sebagaimana yang terkandung dalam Q.S. Al Hujuraat 13, yang artinya:

” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku- suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Read more »

AL Islam-SAFA